in Altcoin, Bisnis, Cryptocurrency, News, Teknologi, Trending, Vidy Rechain

Mengenal Aset Kripto VidyCoin yang Sedang Tren di Indonesia

VIVA – Aset kripto menjadi perhatian masyarakat dunia, terutama saat pandemi melanda sejak tahun lalu. Nilai mata uang digital ini mengalami peningkatan, menembus angka ratusan juta rupiah per kepingnya.

Salah satu aset kripto yang tengah populer di Indonesia adalah VidyCoin, yang bernaung di bawah nama Vidy, Perusahaan ini awalnya bergerak dalam bidang penyedia jaringan iklan video, yang tayang di internet.

Baca Juga :

Kehadiran aplikasi khusus untuk memblokir iklan, membuat banyak pengiklan enggan melirik media online sebagai sarana promosi mereka. Vidy berusaha membuat ratusan juta orang meninggalkan aplikasi tersebut, dengan menawarkan cara baru dalam penayangan iklan.

Agar penonton tertarik untuk melihat konten yang disajikan, mereka dijanjikan keuntungan berupa aset kripto dalam bentuk VidyX. Semakin lama iklan yang hadir dalam bentuk video itu dilihat, maka semakin besar juga nilai yang didapat.

Ilustrasi aset kripto VidyCoin

Konten iklan disajikan dalam bentuk tautan yang ada dalam teks, sehingga tidak mengganggu kenyamanan dan tampilan secara keseluruhan.

Sistem teknologi tersebut menjadi tren saat ini, dan dipakai oleh banyak media besar, baik di dalam maupun luar negeri. Jutaan halaman situs terbuka setiap harinya dengan teknologi berbasis protokol Natural Languages Processing tersebut.

“Dengan VidyCoin, kami menciptakan ruang baru bagi media digital untuk berinteraksi dengan pembaca, yang pada akhirnya menciptakan peluang pendapatan baru,” ujar CEO merangkap co-founder Asia Vidy, Matthew Lim melalui keterangan resmi, Senin 4 Januari 2021.

Baca Juga :

Nantinya, koin tersebut bisa digunakan pemilik untuk berbagai keperluan, termasuk perdagangan dengan basis aset kripto TRON.

Sebagai informasi, Vidy baru saja merayakan acara komunitas di Bali, dan dimeriahkan oleh banyak artis papan atas, seperti Vincent dan Desta, serta Via Vallen.

Sumber Artikel Ini Telah Tayang di :

https://www.viva.co.id/digital/digilife/1336624-kppu-ungkap-dampak-buruk-kerja-sama-ini-untuk-industri-telekomunikasi?medium=autonext